Beranda > Filsafah Hidup > >Padamu Ayah

>Padamu Ayah

>

Tatapan hampa yang ia palingkan padaku, kata pasrah karna mungkin lelah ia tuturkan padaku,.
Juga amanat yang ia bebankan di pundakku.. Sungguh.. 
Ingin kuteriak namun ku tak mampu sedang kini aku dalam keadaan lemah dan tiada berdaya..
Ayah.. Ku tau apa yang kini berkecamuk dalam hatimu aku juga merasakan apa yang kau rasakan karna itu adalah bagian dari hidupku..
Namun apa daya otak ini belum mampu tuk fikirkan hal itu karna kini aku masih pagi tapi.. 
Tenanglah ayah.. 
Selama masih ada nafas dan ku masih mampu tuk berjalan kan terus ku coba untuk membahagiakanmu.
Walau kiranya nanti apa yang kan kuberikan tak akan sebanding dengan apa yang kau beri untuk ku selama ni…
Kategori:Filsafah Hidup
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: