Beranda > Filsafah Hidup > >Kata kata mutiara cinta dan kehidupan

>Kata kata mutiara cinta dan kehidupan

>- Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

– Dalam hidup, terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang kita inginkan.

Dan ketika mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat kita menjadi lebih bahagia.

– Jangan menghina barang yang kecil karena jarum yang kecil itu kadang kadang menumpahkan darah.

– Janganlah berputus asa, tetapi kalau ada sampai berada dalam keadaan putus asa, berjuanglah meskipun dalam keadaan putus asa.

– Seekor burung di tangan lebih baek daripada sepuluh ekor burung di atas pohon

– Jadikan dirimu sebagai pohon yang rindang dimana insan berteduh. Jangan seperti pohon kering tempat sang pungguk melepas rindu dan hanya layak dijadikan kayu api.

*** Cinta adalah dahaga kerinduan
Untuk itu sejukkanlah hatiku
Dengan air kasih sayangmu ***

*** Bagai terbangun dari mimpi
Baru pertama hatiku terketuk
Kan kugantungkan harapan di kaki rembulan
Walau belum ada kepastian ***

“Aku ingin tenggelam dalam lautan cintamu
mengarungi tiap tangis dan tawamu
Kan ku arungi kedalamnya
Sedalam hasratku menyapa”

“Hidup adalah perjuangan untuk menggapai harapan”

“Waktu jangan pernah berhenti berputar sebelum ku temukan apa yang menjadi harapan dalam hidupku”

“Hidup tanpa harapan
Dalam dunia tanpa cinta
Akan berakhir dengan gerak tanpa makna”

“Menulis dan menulislah agar orang tau bahwa kau pernah hidup”

– Demokrasi kehidupan : Dari Allah,0leh Allah, untuk Allah

– Menikmati hidup bukan hanya memberikan apa saja yg di inginkan kehidupan pada kita, akan tetapi mampunya kita merenung dalam sepi dan mampu mengambil hikmah dari tiap langkah hidup kita adalah lebih dari segalanya..
– Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang laen dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu yang laen yang dibukakan bagi kita.

Kategori:Filsafah Hidup
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: